Beijing (KABARIN) - Bank Indonesia resmi melakukan peluncuran awal layanan Quick Response Code Indonesian Standard lintas negara antara Indonesia dan China pada Kamis. Inisiatif ini memungkinkan masyarakat kedua negara bertransaksi langsung menggunakan QRIS saat berada di luar negeri.
Deputi Gubernur BI Filianingsih Hendarta menyebut kerja sama ini menjadi langkah penting dalam memperkuat konektivitas keuangan kedua negara, sekaligus hasil kolaborasi erat dengan bank sentral China, People’s Bank of China.
"Pencapaian penting ini mencerminkan kolaborasi yang kuat dan terus berkembang antara Bank Indonesia dan bank sentral China, serta kemitraan erat dengan para pemangku kepentingan industri dari kedua negara; dan yang lebih penting lagi, hal ini merupakan langkah maju yang nyata dalam memperkuat konektivitas keuangan antara Indonesia dan China," kata Filianingsih.
Selama masa uji coba sejak Agustus 2025, transaksi QRIS lintas negara menunjukkan tren positif. Tercatat 1,64 juta transaksi inbound dengan nilai mencapai Rp556 miliar, sementara transaksi outbound dari Indonesia ke China mencapai sekitar 8.000 transaksi senilai Rp6,4 miliar.
"Transaksi inbound itu menunjukkan adanya permintaan yang kuat, meskipun partisipasi masih terbatas pada sejumlah pengguna awal terpilih. Di sisi transaksi keluar outbond, jumlah transaksi telah mencapai sekitar 8.000 transaksi, dengan nilai sekitar Rp6,4 miliar. Kami yakin bahwa angka-angka ini akan terus tumbuh menyusul pelaksanaan soft launching pada hari ini," jelas Filianingsih.
Saat ini, penggunaan QRIS di China masih terbatas melalui platform Alipay, meski ke depan berpotensi diperluas ke sistem lain seperti WeChat Pay dan UnionPay.
BI menilai konektivitas pembayaran ini akan memberikan kemudahan transaksi yang cepat, aman, dan efisien, sekaligus mendukung sektor pariwisata serta memperluas akses UMKM ke pasar internasional.
"Dengan memungkinkan pengguna untuk bertransaksi menggunakan aplikasi seluler domestik mereka, kami meningkatkan kenyamanan sekaligus tetap menjaga perlindungan yang kuat bagi para pengguna. Di luar dimensi teknis, inisiatif ini juga diharapkan dapat mendukung arus pariwisata, memfasilitasi partisipasi UMKM dalam perdagangan lintas batas, serta semakin memperkuat konektivitas antar-masyarakat Indonesia dan China," kata Filianingsih.
Selain itu, kerja sama ini juga sejalan dengan upaya penggunaan mata uang lokal dalam transaksi lintas batas melalui skema Local Currency Transaction Framework.
"Melalui Kerangka Kerja Transaksi Mata Uang Lokal (Local Currency Transaction Framework), kami juga ingin meningkatkan efisiensi, mengurangi ketergantungan pada mata uang pihak ketiga, serta memperkuat ketahanan sistem keuangan kami," katanya.
Peluncuran resmi layanan QRIS lintas negara Indonesia-China dijadwalkan berlangsung pada Juni 2026 di Shanghai. Nantinya, puluhan lembaga dari kedua negara akan terlibat dalam mendukung sistem pembayaran digital tersebut.
Sebelumnya, BI juga telah memperluas penggunaan QRIS ke sejumlah negara lain seperti Thailand, Malaysia, Singapura, Jepang, hingga Korea Selatan.
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026